Persiapan Fisik Agar Dapat Melakukan Kegiatan Panjat Tebing / Wall Climbing Dengan Baik

Olah raga Panjat Tebing atau Wall Climbing merupakan kegiatan olahraga yang dapat memberikan kepuasan ardenalin bagi pelakunya, namun untuk melakukan kegiatan ini tentunya kita membutuhkan bekal. Bekal disini tentunya bekal pada diri sendiri yang akan menentukan tingkat keberhasilan kegiatan kita selain aspek perlengkapan yang kita gunakan.

Penulis akan membahas masalah ersiapan Fisik, karna dalam panjat Tebing kesiapan Fisik merupakan Aspek yang tidak boleh di

lupakan dan di abaikan. Apaaja sih yang perlu di latih kita akan bahas di bawah ini :

  1. Kekuatan, kekuatan disini tidak hanya kekuatan dalam arti hanya tangan saja. karna pemanjat hampir mengunakan seluruh bagian tubuhnya untuk menaklukan ketingian. diantaranya kekuatan Kaki yang digunakan untuk menumpu dan memberikan lontaran, Otot perut, otot dada, punggung dan dada harus kita latih juga. untuk melatih -nya kita dapat melakukan olahraga Push -Up, Sit -Up, dan Pull -Up, Joging ringan pun harus dilakukan untuk menguatkan Otot kaki.
  2. Kelenturan, kelenturan ini pun tidak kalah penting, sekarang banyak kita jumpai pemanjat wanita, yang dalam kekuatan mungkin kurang namun dalam bidang yang ini akan terlihat lebih menonjol. Kita harus melatih kelenturan kita agar saat memanjat tubuh kita akan terlihat indah dengan posisi badan yang terlihat sangat rumit, dan dalam memecahkan suatu jalur terlihat mudah dan ringan padahal jalur -nya sulit. Untuk melatih kelenturan kita dapat mengunakan kerakan – gerakan Pemanasan dasar dan ini harus dilakukan setiap kita akan memulai kegiatan dan janngan lupa melakukan kegiatan Pendinginan setelahnya. Gerakan yang diambil harus merata di mulai dari kepala hingga kemampuan meregangkan kedua kaki, keseimbangan, dan melipat pinggang.
  3. Daya Tahan, dayatahan disini adalah tolak ukur kemampuan pemanjat dalam menyelesaikan pemanjatan denngan jalur yang panjang tanpa banyak melakakukan istirhat. Daya tahan ini dapat kita latih dengan Joging untuk memper panjang nafas kita, serta melakukan Bouldering dengan mengambil jalur yang sulit. dan dilakukan selama 15 menit tanpa henti, dan harus di tambah waktunya setiap latihan berikutnya utuk memberikan perubahan yang signifikan.
  4. Teknik, untuk yang satu ini kita dapat melatinya dengan mengunakan kegiatan Bouldering, karna semakin kita sering memegang point dan melakukan gerakan-gerakanyang sulit tubuh kita akan terbiasa untuk melakukanya. dan untuk teknik in juga kita dapat meminta saran dari pemanjat yang sudah berpengalaman karna biasanya kita aakan di tunjukan lansung dengan satu gerakan dan harus mengulang-mengulangnya agar tubuh dapat terbiasa dan memahami-nya. teknik ini juga sangat terpengaruh dengan jamterbang kita. semakin kita sering melakukan kegiatan Panjat maka semakin semakin matang teknik kita. dan yang perlu diingat bahwa kemampuan tubuh seorang tidaklah sama, mungkin dengan teknik yang berbeda dan sesuai engan kemamuan kita kita bisa melewati kesulitan yang sama dengan pemanjat lain.
  5. Mental dan Sikap, untuk yang satu ini adalah yang terpenting, mengingat Olah Raga Panjat adalah olahraga yang mengharuskan pelakunya memiliki mental yang kuat dan dharus terarah ke dalam hal yang positif. jangan sesekali kita perfikiran bahwa jalur yang akakn kita panjat itu sulit, mustahil, dan beranggapan bahwa kita tidak bisa. ya maka itu yang akan menjatuhkan kita dan menjadikan kita benar-benar tidak mampu dalam menaklukan jalur tersebut. jadi keyakinan itu yang sangat diperlukan, kemudian berfikir positif dan yang terahir adalah konsentrasi agar kita dapat berfikir dan Menganalisis Jalur  dan menyelesaikan pemanjatan higa Top.

*berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *