Tips Jika Tersesat Saat Pendakian

Jika Tersesat Saat Mendaki

Dewasa ini kegiata olahraga di Alam bebas menjadi sangat populeh dikalangan kaula muda, dan di berbagai media masapun tersirat kabar duka dari kegiatan pendakian, yang di akibat kan karna tersesat atau kecelakaan saat pendakian.

Banyak faktor yang dapat mengakibatkan tersesatnya seseorang saat kegiatan pendakian biasanya dapat di sebabkan karena, 
1. Kurangnya persiapan dalam melakukan perjalanan, biasanya karna seseorang melakukan kegiatan pendakian karna hanya ingin mengikuti tren, tanpa mempertimbangkan resiko yang dapat menimpa dirinya. karna dalam kegiatan pendakian tidak melulu Perlengkapan yang sefty yang kita butuhkan, tapi Pengetahuan Tentang Objek Pendakian juga sangat perlu, lalu Fisik yang sehat, dan metal yang kuat pun sangat kita butuhkan dalam kegiatan Pendakian
2. Tidak adanya Angota tim yang menguasi medan, Adabaiknya jika kita belum samasekali mengetahui keadaan medan di objek yang dituju, kita dapat meminta dampingan dengan orang yang sudah pernah dan tau dengan medan yang akan kita daki.
3. Tidak adanya anggota tim yang menguasai ilmu navigasi sederhana, walaupun mungkin kita akan medaki gunung yang kecil yang tidak terlalu tingi, namaun ilmu dasar tentang navigasi sangat perlu kita kuasai, setidaknya tentang membaca arah angin dengan keadaan alam, mengunakan kompas dll.
4. Tidak Menetukan pemimpin rombongan, sehingga jika terjadi konfik atau perselisian dalam menentukan pilihan kita tidak memiliki acuan yang dapat di jadikan patokan, alhasil hal ini dapat mengakibatkan tim bercerai burai dan ada angota yang tersesat.
5. Cuaca, ini adalah fakor terbesar yang sering terjadi di Indonesia, karna kebanyakan gunung diindonesia sering tertutup kabut dan badai yang dapat mengaburkan pandangan serta membuat panik angota pendakian.
Jika karna suatu hal, seperti cuaca atau hal lainya kita menjadi tersesat kita dapat melakukan tidakan SURVIVAL dan ada 4 hal yang harus kita ingat sebagai bekal yaitu STOP

S – Sit Down, jadi ketika kita menyadari bahwa dirikita sedang tersesat hal pertama yang harus kita lakukan adalah berhenti dan Duduk sembari menenangkan diri kita.
T – Thinking, setelah kita duduk dan merasa tenang, kita harus berfikir mengingat kejadian demi kejadian kebelakan dan berusaha mencari tau apa yang menyebabkan kita menjadi tersesat.
O – Obsservation, Setelah kita berfikir, selanjutnya kita melakukan kegiatan observasi, dan dalam fase ini kita harus memperhatikan 6 komponen yang ada disekitar lingkungan dimana kita tersesat, yaitu Keadaan Alam sekitar, Keadaan Cuaca, Air, Makanan, Api, Shelter. dengan kita melakukan Observasi kita akan lmempermudah kita dalam menetukan fase selajutnya yaitu Planning atau perencanaa.
P – Planning, difase ini adalah fase yang harus kita harus membuat perencanaan yang sangat matang, ada 2 tindakan yang akan kita pilih yaitu membuat Selter di tempat dan menunggu pertolongan dari Tim SAR atau Bergerak mencari pertolongan. Pilihanyang kita ambil haruslah dengan pikiran yang matang. Alih – alih ingin cepat mendapatkan pertolongan kita bergerak tanpa perhitungan, malah akan menbuat kita tersesat lebih jauh. Jadi di fase ini keputusan harus di fikirkan dan diambil dengan matang.

Ketika kita sadar dalam keadaan Sedang Tersesat, ada baiknya kita tidak bergerak terlalu Jauh, Karna Mengingat Pengelola ataupun Ranger di Jalur Pendakian Pasti akan Melakukan Pencarian dan Penyelamatan.

Bergerak Kearah yang salah mungkin akan berdampak lebih buruk, dan sebaiknya kita bertahan hidup dengan Membuat Bifax, Menandai Lokasi Sekitar, dan Membuat sinyal-sinya SOS agar Tim Penyelamat Lebih Mudah Menemukan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *